24 Jam di Madinah. Panduan Perjalanan Lengkap Satu Hari
Rasakan keindahan spiritual dan sejarah Madinah hanya dalam 24 jam dengan panduan lengkap ini.
Madinah, juga dikenal sebagai Madinah Munawwarah, adalah kota yang indah yang terletak di daerah Hejaz di Arab Saudi. Kota ini terkenal sebagai kota suci kedua dalam Islam setelah Makkah dan berfungsi sebagai tempat di mana Nabi Muhammad (SAWW) bermigrasi dan mendirikan komunitas Muslim. Kota ini dikenal dengan berbagai lokasi sejarah dan religiusnya serta menarik umat Muslim dari seluruh dunia, terutama selama ibadah Haji dan Umrah.
Dalam 24 jam, pengunjung dapat melakukan berbagai hal. Dari menjelajahi bagian suci Masjid al Nabawi, mendaki Gunung Uhud, mengunjungi Jannat al Baqi untuk merenung, hingga menjelajahi Tujuh Masjid untuk mendapatkan informasi tentang Perang Parit, kota ini memiliki banyak tawaran. Selain itu, Madinah juga menawarkan beragam kuliner yang lezat dan menyediakan segalanya mulai dari makanan lokal hingga masakan internasional.
Berikut adalah panduan 24 jam ke kota ini, termasuk atraksi terkenal di Medina, landmark bersejarah, restoran, dan lainnya.
Pagi: 6:00 AM: Shalat Fajr di Masjid al Nabawi
Mulailah 24 jam Anda di Madinah dengan melaksanakan sholat Fajr di Masjid al Nabawi. Masjid ini dipenuhi dengan cahaya lembut saat pagi mulai, dan suasana tenang menciptakan rasa spiritualitas.
7:00 Pagi: Jelajahi Masjid al Nabawi
Setelah melaksanakan Fajr di Masjid al Nabawi, luangkan waktu untuk menjelajahi tempat-tempat suci di sekitarnya. Masjid al Nabawi dibangun oleh Nabi Muhammad (SAWW) pada tahun 622 M dan telah berkembang dari sebuah bangunan sederhana menjadi situs suci terpenting kedua di dunia. Masjid ini memiliki sepuluh menara, sebuah halaman indah dengan payung yang dapat ditarik, dan kubah hijau yang melambangkan makam Nabi.
Tempat-tempat kunci yang harus dikunjungi di dalam masjid termasuk Roda Rasool, yang merupakan tempat pemakaman Hazrat Muhammad (PBUH), rumah Fatima (RA), dan Riyadhul Jannah, yaitu area berkarpet hijau antara mimbar dan Roda Rasool yang diyakini sebagai sepotong surga. Tempat penting lainnya termasuk Mimbar, tempat Nabi biasa memberikan khotbah, dan Mehrab e Nabawi, tempat shalat dilakukan setelah perubahan Qibla.
8:30 AM: Sarapan di Cacao dan Lainnya
Kunjungi Cacao and More di Garden Plaza di Madinah untuk sarapan. Tempat ini terletak di lantai dua plaza dan memiliki kafe, toko roti, dan restoran yang menawarkan berbagai pilihan makanan gurih dan manis. Anda dapat menikmati sarapan gaya Amerika seperti Omelet Sayuran Halloumi, Salmon Benedict, dan Omelet Hash Brown Country. Pilihan lain yang sangat disukai termasuk pancake buttermilk, roti bakar Perancis, dan makanan manis berbahan kurma. Anda dapat menyandingkan makanan Anda dengan minuman seperti latte, cappuccino, teh es, atau cokelat panas Belgia untuk meningkatkan pengalaman. Ini adalah tempat yang sempurna untuk makan dengan pemandangan kota, staf yang ramah, dan suasana yang nyaman.
Pukul 11:00: Kunjungi Masjid Quba
Setelah sarapan, kunjungi Masjid Quba, yang dibangun oleh Nabi Muhammad (SAW) setelah beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Masjid ini hanya tiga kilometer dari Masjid al Nabawi, menjadikannya salah satu tempat yang harus dikunjungi di Madinah.
Masjid ini awalnya dibangun dari bata tanah liat dan batang pohon palem, dan diselesaikan oleh para sahabat Nabi serta kemudian diperluas oleh tokoh-tokoh sejarah seperti Khalifah ‘Utsman bin Affan dan Omar bin Abdul Aziz. Saat ini, masjid ini memiliki lebih dari 5.000 meter persegi ruang doa, 62 kubah putih, dan empat menara. Masjid ini dapat menampung hingga 66.000 jemaah, menyediakan ruang yang damai bagi pengunjung untuk berdoa, merenung, dan memohon ampunan.
Sore: 12:30 PM: Kunjungi Gunung Uhud
Kunjungi Gunung Uhud, yang juga dikenal sebagai Jabal Uhud, terletak di utara Madinah, pada sore hari. Ini adalah gunung bersejarah yang memiliki panjang 7,5 kilometer dan tinggi 1.077 meter, dan menjadi lokasi pertempuran penting Pertempuran Uhud antara Nabi Suci (SAWW) dan tentara Quraisy.
Gunung ini memiliki beberapa daya tarik, termasuk pemakaman para syuhada di kaki gunung, di mana Hamza ibn Abdul Muttalib dan para sahabat lainnya dimakamkan. Tempat penting lainnya termasuk Jabal al Rumah, yang juga dikenal sebagai Bukit Pemanah, di mana para pemanah ditempatkan selama pertempuran. Anda dapat mendaki gunung melalui jalur alam dalam 20 hingga 40 menit untuk menikmati pemandangan menakjubkan dari medan perang dan kota, serta menjelajahi pasar-pasar tetangga yang menawarkan air Zamzam, kurma Ajwa, dan suvenir.
1:30 PM: Makan Siang di Al Baik
Setelah mengunjungi Gunung Uhud, saatnya untuk makan siang di Al Baik, restoran cepat saji terkenal di Madinah yang terkenal dengan ayam gorengnya yang menggugah selera dan saus bawang putih. Restoran ini terletak di beberapa lokasi di seluruh kota dan menyediakan suasana santai untuk makan di tempat maupun bawa pulang.
Restoran ini menawarkan berbagai hidangan seperti paket keluarga, fillet ayam, udang, nugget, dan ayam renyah tradisional dengan berbagai rempah khusus. Pengalaman ini dilengkapi dengan lauk seperti kentang goreng emas dan minuman dingin.
15:00: Pergi ke Jannat al Baqi
Setelah makan siang, kunjungi Jannat al Baqi, pemakaman tertua dalam Islam, yang terletak tidak jauh dari masjid Nabi. Pemakaman ini didirikan pada abad ketujuh Masehi selama masa hidup Nabi Muhammad (SAWW) dan merupakan tempat peristirahatan bagi banyak anggota keluarga Nabi.
Beberapa nama terkenal yang ada di sini termasuk Fatima al Zahra, Ibrahim ibn Muhammad, dan putri-putri Nabi (SAWW) Ruqqayyah, Zainab, dan Umm Kulthum. Pengunjung diminta untuk menjaga keheningan, berpakaian sopan, dan tetap tenang. Pemakaman ini memberikan kesempatan untuk merenungkan iman, kehidupan, dan warisan para pendiri Islam, menjadikannya salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan di Madinah.
Sore pada pukul 4:30 PM: Jelajahi Tujuh Masjid
Tujuh Masjid, juga dikenal sebagai Masjid al Saba, adalah kompleks bersejarah yang terdiri dari enam masjid di Madinah, termasuk Masjid al Qiblatein. Masjid ini menghormati para sahabat Hazrat Muhammad (SAWW) yang berjuang dalam Perang Khandaq, yang juga dikenal sebagai Perang Parit.
Masjid-masjid penting dalam kompleks ini termasuk Masjid al Fatah, yang menandai pos komando Nabi (SAWW); Masjid Salman Farsi, yang menghormati strategis parit; dan Masjid al Abu Bakar, Masjid Ali, dan Masjid Umar, yang terkait dengan kepemimpinan mereka. Masjid lainnya termasuk Masjid Fatima, yang merupakan yang terkecil, dan Masjid al Khandaq, yang menghormati pertempuran sebenarnya.
6:00 PM: Kembali ke Masjid al Nabawi
Kembali ke Masjid al Nabawi untuk melaksanakan sholat Maghrib. Suasana tenang di sekitar masjid menyediakan setting yang ideal untuk merenung dan bersantai setelah menjelajahi atraksi utama di Medina.
7:30 PM: Kunjungi Restoran Arabesque untuk Makan Malam
Kunjungi Restoran Arabesque yang terletak di Hotel Shaza Al Madinah untuk makan malam. Restoran ini memiliki lantai kayu yang dipoles, suasana yang canggih, dan pemandangan indah dari masjid Nabi, serta menyajikan perpaduan lezat antara masakan Timur Tengah dan asing bagi para pengunjung.
Mulailah hidangan Anda dengan makanan pembuka seperti hummus, daun anggur isi, dan tabbouleh, kemudian lanjutkan ke hidangan utama seperti makanan laut segar, daging domba yang empuk, atau pilihan vegetarian. Lengkapi pengalaman Anda dengan menikmati makanan penutup seperti kunafa dan baklava.
Tinggal di Hotel Hayah Plaza, yang terletak dalam jarak berjalan kaki dari Al-Masjid an-Nabawi, dan nikmati kamar yang nyaman dengan akses mudah ke Masjid Nabi dan toko-toko terdekat. Pesan penginapan Anda hari ini untuk kunjungan yang meny愈愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩愩rikan ke Madinah.

